Irfan Syauqi Beik
Dosen Ekonomi Syariah FEM IPB dan Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS

Salah satu kegiatan yang diinisiasi oleh ISRA (International Shariah Research Academy for Islamic Finance) Malaysia adalah Muzakarah Cendekiawan Syariah Nusantara. Dalam muzakarah ke-13 yang berlangsung di Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam pada tanggal 23-24 Juli 2019 kemarin, tema yang diangkat adalah bagaimana memperkuat sinergi antara lembaga keuangan syariah dengan kewajiban sosialnya. Tema ini sangat menarik karena sisi sosial dari lembaga keuangan syariah merupakan hal yang selalu mendapatkan sorotan publik. Publik memiliki ekspektasi yang sangat kuat bahwa institusi bisnis yang membawa nama syariah diharapkan dapat memberikan nilai sosial yang berbeda dengan institusi yang membawa nilai kapitalisme. Hari ini, nilai sosial tersebut direalisasikan dalam bentuk kegiatan CSR, yang pada hakikatnya merefleksikan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat.

Ada tiga hal fundamental yang perlu diperhatikan secara serius oleh institusi bisnis syariah, termasuk lembaga keuangan syariah seperti perbankan syariah dan asuransi syariah, dalam penerapan konsep nilai sosial ini. Tiga hal ini akan sangat menentukan perilaku sosial institusi bisnis syariah yang ada. Kegagalan dalam memahami ketiganya berpotensi membawa dampak kurang baik bagi pengembangan institusi bisnis syariah termasuk lembaga keuangan syariah ke depan.

Pertama, pastikan bahwa niat dan tujuannya adalah semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah. Ini akan sangat memengaruhi paradigma dan cara berpikir institusi bisnis syariah. Niat dan tujuan ini sangat penting karena akan memengaruhi kualitas amal dan perbuatan. Ketika niatnya keliru, maka sebaik apapun amal yang dilakukan, maka amal tersebut tidak memiliki nilai di sisi Allah SWT.

Dalam salah satu hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam At Tirmidzi, dijelaskan bahwa pada hari kiamat Allah SWT akan turun menemui manusia untuk memutuskan di antara mereka. Tiga orang yang dipanggil pertama kali adalah orang yang hapal Alquran (hafidz), orang yang terbunuh di jalan Allah, dan orang kaya yang dermawan. Namun ketiganya ternyata masuk ke dalam neraka. Hal itu disebabkan oleh niat mereka yang bukan karena Allah.

Sang penghapal Alquran niatnya adalah karena ingin dianggap orang lain sebagai “ahli Quran”. Sang mujahid niatnya karena ingin disebut sebagai pemberani. Sementara sang kaya harta ternyata niatnya adalah karena ingin disebut sebagai dermawan. Mereka pun mendapatkan apa yang mereka inginkan. Amalan mereka pada akhirnya menjadi sia-sia karena ternyata niatnya adalah bukan karena Allah. Karena itu, bagi institusi bisnis syariah, penting untuk memahami bahwa orientasi “karena Allah” adalah hal yang sangat prinsipil.

Kedua, proses yang dilakukan harus melahirkan kemaslahatan bagi lingkungan dan masyarakat. Adapun persoalan branding dan image tidak boleh mengorbankan kemaslahatan. Dimensi kemaslahatan ini sangat luas, dimana ia mencakup perbaikan di seluruh bidang kehidupan masyarakat, baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, maupun dakwah secara komprehensif. Karena itu, dalam konteks ini maka perlu dibangun berbagai alat ukur yang mencerminkan aspek kemaslahatan ini.

Dalam kaitan dengan perbankan syariah, maka gagasan dan kajian yang pernah dilakukan untuk menyusun Maqashid Index bagi perbankan syariah, harus terus didorong untuk dapat direalisasikan menjadi kebijakan otoritas terkait (OJK dan BI) dalam menilai kualitas kinerja perbankan syariah. Dalam Maqashid Index tersebut, aspek sosial dan kemaslahatan mendapatkan perhatian yang sangat cukup. Jadi tidak hanya melulu diukur berdasarkan rasio-rasio keuangan yang ada.

Dalam konteks zakat, ukuran kemaslahatan tersebut antara lain direfleksikan dengan beragam alat ukur seperti Indeks Zakat Nasional, Indeks Kesejahteraan BAZNAS, dan Indeks Desa Zakat. Tujuannya agar dampak pengelolaan zakat bisa optimal dan melahirkan kebaikan, sehingga amanah para muzakki yang telah menunaikan zakatnya bisa dilaksanakan dengan baik. Penulis berharap instrumen-instrumen ini, seperti Indeks Kesejahteraan BAZNAS, dapat diadopsi pada kegiatan-kegiatan penyaluran dana sosial termasuk CSR yang dilakukan oleh institusi selain amil zakat.

Ketiga, dalam memperkuat kewajiban sosial bisnis syariah ini maka logika komersial dan logika sosial jangan dicampur adukkan secara sembarangan. Keduanya harus didudukkan secara tepat. Contoh bercampurnya logika komersial dan sosial secara tidak proporsional adalah menggunakan zakat untuk melunasi kewajiban nasabah pembiayaan yang gagal bayar di suatu lembaga keuangan dengan dalih sebagai gharimin. Kepentingannya agar pembiayaan bermasalah tetap rendah. Ini adalah logika komersial.

Seharusnya, yang dilakukan adalah me-reschedule pembiayaan, dan menggunakan zakat tersebut untuk menyuntikkan dana modal kepada usaha nasabah tersebut, sehingga ia bisa bangkit dan menunaikan kembali kewajibannya. Tentu dengan catatan bahwa ini adalah usaha mikro dan kecil yang notabene berhak menerima zakat, dan bukan usaha menengah dan besar. Jadi baik nasabah maupun lembaga keuangan, akhirnya sama-sama untung. Ini adalah contoh menempatkan logika komersial dan logika sosial dengan tepat. Wallaahu a’lam.

**Dimuat di Republika edisi Kamis 25 Juli 2019*


Terkait

  • Lainnya

  • Bayar Zakat

DAFTAR REKENING ZAKAT BAZNAS

BRI Syariah 1000783214
BNI Syariah 0095555554
Bank Muamalat 3010070753
BSM 7001325498
BCA 6860148755
Bank Mandiri 0700001855555
CIMB Niaga Syariah 860000148800
Bank Mega Syariah 1000015559

an. BAZNAS

Untuk informasi daftar rekening lainnya, silahkan klik baznas.go.id/rekening

Atau melalui layanan zakat digital BAZNAS
1⃣ Website : baznas.go.id/bayarzakat
2⃣ Kitabisa : kitabisa.com/baznas
3⃣ Tokopedia : bit.ly/zakat-tokopedia
4⃣ Bukalapak : bit.ly/zakat-bukalapak
5⃣ Shopee : bit.ly/shopee-baznas

Konfirmasikan bukti transfer zakat dan infak Anda melalui:

Contact Centre BAZNAS
Whatsapp: +6287877373555
Telf: +62 21- 3904555
Email: layananmuzaki@baznas.or.id

Atau klik link :
bit.ly/KonfirmasiZakatBAZNAS

#ZakatTumbuhBermanfaat
http://baznas.go.id